Greaters, pernah gak sih kamu bingung untuk memilih, apakah harus mengejar cinta, pendidikan atau karir dulu? Jika kamu pernah mengalaminya, yakinlah kamu bukan satu-satunya. Di luar sana, banyak juga yang mengalaminya, khususnya para remaja. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa masa-masa remaja adalah masa di mana kegalauan serta kecemasanmu meningkat drastis. Kamu bingung, mana yang harus didahulukan. Apakah cinta, pendidikan atau justru karir?

Salah seorang psikolog remaja menyebutkan bahwa kegalauan serta kecemasan bisa datang karena di masa remaja adalah fase untuk menemukan kelebihan yang dimiliki. Tetapi tidak jarang, masa ini melahirkan sikap yang negatif seperti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Misalnya, ketika kamu memiliki seorang teman yang lebih sukses di bidang pendidikan ataupun karir, maka itu sedikitnya akan membuatmu tertekan. Sehingga yang timbul di alam bawah sadarmu adalah “wah dia udah sukses sekarang, kenapa kok gue masih gini-gini aja ya?” atau “gue udah ngapain aja ya, kok kayaknya gak ada pergerakan, padahal yang lain udah lari jauh banget!”.

Tidak hanya soal karir, masalah percintaan juga tidak kalah bikin pusing. Faktor lingkungan juga kadang malah memperkeruh keadaan. Setiap pergi kondangan, selalu ditanya kapan nyusul. Bertemu keluarga besar ditanya soal pasangan. Bertemu teman di reuni ditanya sudah nikah apa belum. Alhasil, rasanya mau buru-buru menikah saja, padahal memutuskan untuk menikah butuh pertimbangan yang matang.

Baca Juga : Memahami Peran Pendidikan Moral di Era Milenial

Sikap membanding-bandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan ini akan membuat kamu tidak bahagia dan tertekan. Kondisi itu kemudian membuatmu tidak tepat dan cerdas dalam menetapkan pilihan yang kamu ambil. Akhirnya, ketika kamu melihat ada orang lain yang sukses dalam berkarir, kamu kemudian ingin mengikutinya. Teman banyak yang menikah, kamu langsung buru-buru cari biro jodoh. Bahkan tidak jarang ada juga yang menyerah dan semakin tidak percaya diri karena merasa gagal melihat pencapaian orang lain. Padahal, bisa jadi kelebihan dan posisimu yang sekarang lebih memungkinkan untuk mengejar pendidikan terlebih dahulu.

Jadi, apa yang harus kamu lakukan agar kamu tidak salah dalam menentukan pilihan apakah harus mengejar pendidikan, karir atau justru cinta? Hal sederhana yang dapat kamu lakukan adalah dengan menemukan kelebihanmu dan apa yang lebih kamu butuhkan. Mengenal diri sendiri dengan baik dapat membantu kamu menentukan pilihan dengan lebih mudah.

Lalu apa jadinya kalau kamu sendiri masih ragu dan sulit menemukan apa kelebihanmu dan apa yang kamu butuhkan? Mungkin ada baiknya kamu perlu tempat sharing atau berkonsultasi dengan seorang psikolog. Tapi kamu pasti tau kan kalau biaya konsultasi dengan psikolog itu tidak murah?

Bagi kamu yang tidak budget terbatas, kamu bisa mengikuti kelas-kelas psikologi atau seminar-seminar yang membahas tentang dunia remaja. Banyak kok lembaga-lembaga yang membuka kelas atau membuat event semacam itu. Misalnya, Kegiatan Gen Z Talks 1.0 yang diselenggarakan oleh Gen Z Indonesia dan di sponsori oleh GreatEdu.

Dengan tema “Antara Cinta, Pendidikan dan Karir” dan diisi oleh Psikolog yakni kak Wirdatul Aini, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 20.000,- saja. Dengan harga segitu kamu sudah dapat snack, e-certificate, jaringan pertemanan baru, dan tentunya ilmu yang bisa membantu mengurangi kegalauanmu. Tunggu apalagi, segera daftarkan dirimu di aplikasi GreatEdu. Jangan lupa Install terlebih dahulu aplikasi GreatEdu di smartphone-mu baik iOS maupun Android, kemudian klik fitur GreatEvent dan disana kamu sudah bisa melihat flyer pendaftarannya.

Sudah download Aplikasi GreatEdu? Kamu bisa langsung klik Event GenZ Talk ini untuk beli tiketnya.