Suatu hari, saat anak laki-laki pertamanya berulang tahun yang ke 17, sang ibu menghadiahkan sebuah kado unik untuk anak itu. Saat anak seusianya mungkin mendapatkan kejutan kue ulang tahun, smartphone, motor atau bahkan mobil pada saat ulang tahun, Lain halnya dengan sang ibu yang memberikan sebuah kain kafan, seukuran orang dewasa. Si anak tentu saja kaget dan bingung begitu membuka hadiah dari ibu. Sang ibu yang paham betul dengan raut muka kaget anak nya lalu berkata.. dengan penuh sayang dan kelembutan..

"Nak.. hari ini usiamu genap 17 tahun dan berarti sudah 17 tahun allah menitipkanmu pada ibu"

"Semua daya dan upaya sudah ibu lakukan untuk menyiapkanmu agar kelak kamu bisa berpijak pada kakimu sendiri"

"Akan tetapi, siapa yang tahu, apakah bekal yang ibu berikan untukmu sudah cukup. Entah masih tersisa berapa lama lagi waktu kita".

"Nak.. jeda antara hidup dan mati itu hanya satu detik, detik ini kita masih bernafas lalu detik berikutnya kita sudah menjadi jenazah. Maka gunakan hidupmu sebaik mungkin"

"Jangan menggunakan kata nanti untuk sedekahmu.. lakukan sekarang"

"Jangan ucapkan kata nanti untuk menolong orangg.. lakukan sekarang"

"Jangan tunda maafmu.. minta kan secepatnya"

"Jangan pakai kata nanti untuk sholatmu.. segerakan!"

Kain kafan ini untuk mengingatkanmu dan ibu akan maut, bila ibu pergi dulu, kau yang akan memakaikannya untuk ibu... bila kau pergi dulu, ibu yang akan memakaikannya untukmu.. kapanpun kita memakainya semoga itu adalah di umur terbaik kita. Simpan lah di tempat kau paling mudah melihatnya.. agar kau selalu mengingat maut itu".

Beberapa tahun kemudian sang ibu wafat dan anak laki-lakinya yang tumbuh menjadi pria tangguh itu mengurus, mensholati, dan menguburkan jenazah ibunya serta mendoakannya setiap hari. Kain kafan pemberian ibunya dipakai untuk jenazah sang ibu lalu ia membeli nya lagi. Lalu ia menyimpannya di lemari yang setiap kali ia akan memakai baju, kain kafan itu terlihat olehnya yang membuat ingatan akan sang ibu muncul di pikiran. Selain itu, ia juga teringat akan pesan ibunya yang mampu membuat ia menjaga dirinya dari perbuatan dosa sampai kapanpun.

Meski ibunya sudah tiada tapi sang ibu tetap dapat menjaganya. Sebaliknya, anak itu pun selalu menjaga ibunya dengan doa-doa. Anak itu berniat kelak juga akan menghadiahi anak-anak nya sebuah kain kafan suatu hari nanti. Oktober 15, untuk Bayu dan Bara, matahariku.

Nah Greaters, jika kamu memiliki cerita menarik atau ide kreatif untuk membuat cerita pendek, silakan tulis di GreatPedia. Selain bisa membuat karya tulisanmu dibaca oleh banyak orang, kamu juga bisa mendapatkan poin yang dapat dikumpulkan untuk ditukarkan rewards menarik.

Sumber gambar utama: Shutterstock

Baca juga Belajar Materi Teks Eksposisi, Bahasa Indonesia Kelas 10