Greaters, awalnya memiliki ponsel pintar dahulunya merupakan barang mahal untuk dimiliki oleh pelajar di Indonesia, tetapi saat ini sepertinya bukan lagi hal yang baru. Bahkan setiap tahunnya pelajar yang memiliki ponsel sendiri semakin bertambah. Dilansir dari The Conversation Indonesia, kebanyakan orang tua memberikan anak mereka ponsel untuk alasan kemudahan komunikasi, dan bentuk pengamanan bagi anak.

Tetapi perlu diketahui bahwa hal ini menyimpan ancaman perundungan siber atau cyber bullying. Penelitian Elizabeth Englander pada 2017 mengungkapkan bahwa kehadiran telepon seluler di sekolah  berkaitan dengan keterlibatan anak-anak dalam perundungan baik itu sebagai pelaku ataupun korban.


Sumber : Kompas Lifestyle

Belum siapnya mental anak-anak dalam menghadapi hal ini menjadi alasan karena kebanyakan dari mereka memiliki kemampuan yang terbatas dalam memahami dinamika komunikasi dunia digital. Hal ini mengapa diperlukan adanya panduan bagi anak-anak saat mendapatkan ponsel pertama mereka, panduan ini tentu saja berkaitan dengan cara penggunaan yang aman dan meminimalisir keterlibatan mereka dalam praktik perundungan di dunia maya.

1. Menetapkan kepemilikan

Perlu ditekankan bahwa ponsel yang diberikan bukanlah milik anak kamu sehingga sebagai orang tua, kamu memiliki hak untuk melihat isinya. Dengan memeriksa ponsel anak secara rutin dapat membuat kamu mendeteksi pesan yang bernuansa perundungan.

2. Larang telepon genggam saat makan malam

Penelitian dari Universitas McGill pada tahun 2014 menemukan bahwa makan malam bersama keluarga bisa menjadi aktivitas yang melindungi anak-anak dari aksi perundungan. Makan malam dapat menjadi momen untuk membangun hubungan emosional meskipun lewat percakapan basa-basi.

Tetapi momen ini juga bisa menjadi momen bagi anak untuk mendiskusikan kesulitan yang sedang mereka alami dan orang tua dapat hadir untuk memberikan solusi yang baik. Karena itulah aturan ini dapat menciptakan hubungan baik keluarga dan tentu saja menghindari anak agar tidak menjadi pelaku atau korban perundungan.

3. Batasi penggunaan telepon genggam saat mengerjakan PR

Saat anak mengerjakan pekerjaan rumah penggunaan ponsel sebaiknya dibatasi, ini berkaitan dengan menurunnya kualitas ingatan, pembelajaran dan kinerja kognitif anak secara berkala.

4. Larang penggunaan telepon genggam sebelum tidur

Melihat layar yang terang sebelum tidur menurut penelitian bisa mengganggu pola tidur. Permasalahan tidur juga menjadi bagian dari kemungkinan anak terlibat dalam kegiatan perundungan. Untuk menjaga kualitas tidur yang sehat, bantu anak membangun kebiasaan baik sebelum tidur, salah satunya dengan mematikan ponsel satu jam sebelum tidur. Jika diperlukan, ponsel sebaiknya disimpan oleh orang tua jauh dari ruang tidur anak.

5. Tanamkan tanggung jawab

Mempunyai ponsel merupakan hak istimewa yang dimiliki oleh anak, untuk itu Anda sebagai orang tua sebaiknya menanamkan kebiasaan penggunaan ponsel secara bertanggungjawab. Tunjukkan pada anak cara membagi waktu untuk menggunakan ponsel, agar Anda dan anak Anda memiliki waktu yang cukup dalam mendiskusikan permasalahan sosial anak. Dengan cara ini, anak akan lebih bertanggungjawab dalam menggunakan hak istimewa yang diberikan, dan membuat anak lebih disiplin, yang mana dapat membantu menghindarkan mereka dari aksi-aksi perundungan.

Greaters, perlu perhatian lebih memang dalam proses memberikan anak ponsel, mengingat banyaknya kejadian-kejadian yang bersifat ke arah negatif. Hal inilah mengapa pentingnya peran orang tua sebagai pengawas.


Penulis : Lajovi Pratama