Halo Greaters, ketemu lagi nih. Kali ini kita akan belajar materi kata ganti dalam bahasa Indonesia. Kata ganti berguna untuk menggantikan sesuatu. Sesuai dengan namanya. Tanpa kata ganti, sangat sulit mengucapkan sesuatu yang kurang jelas. Untuk lebih lengkapnya, simak baik-baik penjelasannya sebagai berikut :

Pengertian Kata Ganti

Kata ganti merupakan kata yang dipakai sebagai pengganti subyek atau obyek berupa orang atau benda. Kata ganti berfungsi untuk lebih efisiensi dan juga efektivitas kalimat dalam teks atau paragraf. Maka dari itu kita tidak harus menuliskan nama orang atau benda secara berulang-ulang dan agar tidak bertele-tele. Kata ganti menjadi salah satu jenis kata yang digunakan sebagai kata benda atau orang tertentu yang tak disebut secara langsung. Kata ganti sering disebut pronomina

Ciri-Ciri Kata Ganti atau Pronomina

  • Kata ganti berada di posisi subjek dan objek dalam kalimat. Kecuali pada kata tertentu, kata ganti menjadi predikat. 

  • Jenis kata ganti yang dipakai akan berganti-ganti sesuai dengan kata yang dipakai dan pemakaiannya dalam kalimat.

Jenis-Jenis Kata Ganti beserta Contohnya

1. Kata ganti orang

Kata ganti orang adalah kata ganti yang dipakai untuk menggantikan bagian orang dalam kalimat. Ada enam jenis kata ganti orang, antara lain:

a. Kata ganti orang pertama tunggal

Sumber : Google.com

Kata ganti orang pertama tunggal adalah kata ganti untuk penulis yang berperan sebagai pelaku utama dalam kalimat. Contohnya, aku dan saya. 

Contoh dalam kalimat:

  • Saya adalah seorang murid.

  • Aku akan pergi ke rumah sakit.

b. Kata ganti orang pertama jamak

Kata ganti orang pertama jamak adalah kata ganti penulis atau pembicara yang berperan sebagai pelaku utama berjumlah lebih dari satu orang dalam sebuah kalimat. Contohnya, kita dan kami. 

Contoh dalam kalimat:

  • Kita akan segera pergi ke Bandung.

  • Kami sudah melaksanakan ujian Nasional.

c. Kata ganti orang kedua tunggal

Kata ganti orang kedua tunggal adalah kata ganti yang digunakan untuk lawan bicara atau orang lain berjumlah satu orang yang berinteraksi langsung dengan penulis atau pembicara dalam kalimat. Contohnya, kamu dan Anda. 

Contoh dalam kalimat:

  • Kamu pandai sekali.

  • Anda terlihat berwibawa ketika berpidato di atas panggung tadi.

d. Kata ganti orang kedua jamak

Kata ganti orang kedua jamak adalah kata ganti yang dipakai untuk lawan bicara berjumlah lebih dari satu orang yang berinteraksi langsung dengan penulis atau pembicara dalam kalimat. Contohnya, kalian.

Contoh dalam kalimat:

  • Kalian semua adalah sahabat terbaikku.

e. Kata ganti orang ketiga tunggal

Kata ganti orang ketiga tunggal adalah kata ganti untuk orang lain yang bukan lawan bicara dan tidak terlibat secara langsung dengan penulis atau pembicara suatu kalimat yang berjumlah satu orang. Contohnya, ia, dia dan beliau.

Contoh dalam kalimat:

  • Ia merupakan orang terpopuler di sekolah.

  • Dia berkunjung ke rumah tetanggaku kemarin.

  • Beliau adalah pemilik pondok pesantren di sebelah rumahku.

f. Kata ganti orang ketiga jamak

Sumber : Google.com

Kata ganti orang ketiga jamak adalah kata ganti untuk orang lain bukan lawan bicara dan tidak berinteraksi langsung dengan penulis atau pembicara kalimat berjumlah lebih dari seorang. Contohnya, mereka

Contoh dalam kalimat :

  • Mereka akan menghadiri acara pernikahan di Malang.

2. Kata ganti kepemilikan

Kata ganti kepemilikan adalah kata untuk mengganti posisi benda milik seseorang. Ada tiga aturan dalam pemakaian kata ganti kepemilikan, antara lain :

1. Kata benda milik orang pertama tunggal berubah menjadi kata benda atau kata kepunyaan + Ku

Misalnya : Sayalah pemilik rumah itu. Maka dengan pemakaian kata ganti kepemilikan kalimat tersebut bisa diubah menjadi, itu rumahku atau rumah itu milikku.

2. Kata benda milik orang kedua tunggal diubah menjadi kata benda atau kata kepunyaan + Mu

Misalnya : Kamu adalah pemilik rumah besar itu. Dengan pemakaian kata ganti kepemilikan, kalimat tersebut bisa diubah menjadi, itu rumah besarmu atau rumah besar itu milikmu.

3. Kata benda milik orang ketiga tunggal berubah menjadi kata benda atau kata kepunyaan + Nya

Misalnya : Dia adalah pemilik rumah besar itu. Dengan pemakaian kata ganti kepemilikan, kalimat tersebut diubah menjadi “itu rumah besarnya atau rumah besar itu miliknya”.

3. Kata ganti penunjuk

Kata ganti penunjuk adalah kata ganti untuk kata benda yang ditunjuk pada kalimat. Kata ganti penunjuk dipakai untuk menunjukkan sesuatu, berupa benda atau tempat tertentu. Ada tiga kata ganti petunjuk yang sering dipakai, antara lain:

1. Kata ganti penunjuk umum

Contohnya, ini dan ituContoh dalam kalimat : "Ini rumahku" dan "Itu sepedaku"

2. Kata ganti penunjuk tempat

Contohnya, sini (di sini, ke sini, dan seterusnya) dan sana (di sana, ke sana, dari sana, dan seterusnya). 

Contoh dalam kalimat : "Ririn kemarin malam ke sini" dan "Aku juga ingin pergi ke sana."

3. Kata ganti penunjuk ihwal atau perihal

Contohnya, begini dan begituContoh dalam kalimat :

  • Kalau begini jadinya aku tak akan meminjam.

  • Aku tidak ingin kau bersikap begitu kepadanya.

4. Kata ganti penanya

Kata ganti penanya adalah kata ganti untuk menanyakan orang, benda, waktu, tempat, atau kondisi. Ada tiga kata ganti penanya, antara lain :

1. Penanya orang atau benda (Apa, Siapa, Yang Mana)

Sumber : Google.com

Contoh dalam kalimat :

  • Apa yang kamu lakukan di sana?

  • Siapa namamu?

  • Yang mana rumahmu?

2. Penanya tempat (Di Mana, Dari Mana dan Ke Mana)

Contoh dalam kalimat :

  • Di mana Ririn kau sembunyikan?

  • Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini?

  • Ke mana kau akan pergi?

3. Penanya waktu (Kapan)

Contoh dalam kalimat :

  • Kapan kamu mendaftar di sekolah baru?

Nah Greaters, itulah penjelasan tentang materi kata ganti dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat!

Sumber gambar utama : Kadeksoniapiscayanti.com
Penulis : Prokonten

Baca juga Belajar Materi Texts dalam Bahasa Inggris