Greaters, pastinya pernah menggunakan kompas sebagai penunjuk arah. Walau pamor kompas sudah kalah dengan maps digital, tapi tahukah Greaters, jika maps atau GPS itu menggunakan prinsip yang sama dengan kompas. Hanya saja bentuk dan kecanggihannya saja yang berbeda. Prinsip kompas pada jarumnya selalu menunjukkan arah ke Utara. Apakah kamu tahu mengapa demikian? Untuk menjawab pertanyaan itu, berikut ini akan dijelaskan mengenai hal tersebut.

Pengertian dan Manfaat Penggunaan Kompas

Kompas merupakan alat navigasi atau petunjuk arah secara akurat. Banyak profesi atau hobi yang berhubungan dengan alam dan hutan menggunakan kompas untuk mengetahui arah yang dituju. Berikut ini merupakan contoh profesi dan hobi yang masih menggunakan kompas sebagai petunjuk arah:

  • Pendaki menggunakan kompas sebagai petunjuk arah saat berada di dalam hutan belantara
  • Muslim menggunakan kompas saat ingin menentukan arah kiblat jika berada di tempat yang asing atau bahkan tidak menemukan cahaya matahari
  • Pilot membutuhkan kompas sebagai navigasi yang sangat penting saat sedang mengoprasikan Pesawat terbang, 
  • Nahkoda kapal juga menggunakan kompas dalam melakukan perjalanan di laut sebagai navigasi 

Asal Mula Kompas

Kompas magnetik pertama kali ditemukan sebagai perlengkapan untuk ramalan pada awal Dinasti Han Tiongkok sekitar 206 SM, lalu diadopsi untuk navigasi oleh Dinasti Song selama abad ke-11. Sudah cukup lama yah, namun penggunaan kompas pertama di Eropa Barat dan Persia terjadi sekitar awal abad ke-13. Saat ini jenis-jenis kompas sudah bervariasi tergantung fungsinya seperti Kompas GPS atau Satelit. Prinsip Kompas jenis ini yang selalu kita gunakan di layar smartphone sebagai petunjuk arah saat dalam perjalanan.

Penggunaan Kompas sangat penting saat melakukan perjalanan darat, laut maupun udara. Hal ini dapat terjadi karena Kompas memiliki magnet jarum yang selalu menunjukkan arah Utara sementara sisi lainnya menunjukkan arah Selatan. Nah, kira-kira, apakah jarum kompas bisa menunjuk arah Barat atau Timur? 

Jadi, penujukkan arah jarum kompas itu bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh Magnet Bumi. Bisa dikatakan, bumi merupakan magnet raksasa yang terdiri atas kutub Utara dan kutub Selatan. Jadi, di sekitar permukaan Bumi tentu masih sangat dipengaruhi oleh medan magnet sehingga akan mempengaruhi jarum kompas yang ada di permukaan Bumi. Jarum kompas berupa magnet jarum, tentunya juga memiliki kutub Utara dan Selatan.

Berdasarkan prinsip dan ciri-ciri magnet, jika ada dua buah magnet yang didekatkan satu sama lain, maka yang memiliki kutub sejenis akan saling tolak-menolak dan yang berlawanan akan saling tarik-menarik. Jarum kompas pastinya tidak akan tertarik ke arah Barat atupun Timur karena letak kutub Bumi ada di bagian Utara dan Selatan. Oleh karena itu, jarum kompas yang memiliki kutub Utara akan cenderung tertarik ke bagian Bumi bagian Selatan begitupun sebaliknya jarum kompas yang memiliki kutub Selatan akan cenderung tertark ke bagian Utara. Nah, dengan demikian, sebenarnya kutub Utara jarum kompas akan menunjukkan kutub Selatan sedangkan kutub Selatan kompas akan menujukkan kutub Utara Bumi. 

Pembuatan GPS ataupun maps juga masih menggunakan kompas kok, walaupun sebenarnya arah Utara dan Selatan pada kompas tidak benar-benar lurus terhadap garis horizontal dan vertikal. Hal ini disebabkan oleh kemiringan sudut putar Bumi sehingga menyebabkan kutub Selatan dan Utara Bumi bergeser. Isu pergeseran magnet Bumi ini disebabkan oleh cairan inti besi yang masuk ke inti Bumi. Namun, pergeseran kutub ini terjadi dalam waktu yang cukup lama atau jika bergerak secara massif, tidak akan secara tiba-tiba. Jadi, 90% tidak mengganggu keberlangsungan hidup mahluk di Bumi.

Nah itulah penjelasan mengenai jarum kompas yang ternyata sangat dipengaruhi oleh medan magnet Bumi. Nah, jika kamu tertarik mengerjakan latihan soal dengan tema magnet, kamu bisa mengunjungi fitur Exercise yang ada di aplikasi GreatEdu sekarang. Semoga bermanfaat.

Sumber gambar utama: unsplash

Baca juga Mengenal Sifat-Sifat Magnet, IPA Kelas 9