Greaters, apakah kamu pernah dengar cerita burung merpati yang dulu digunakan sebagai kurir sebelum ditemukannya teknologi-teknologi canggih seperti sekarang ini. Orang-orang di zaman dulu hanya memanfaatkan burung merpati untuk mengantarkan suratnya. Pertanyaanya, bagaimana bisa seekor hewan dapat mengantarkan pesan sesuai dengan tujuan. Apakah hewan sepintar itu hingga mengerti tujuan dari pesan yang dikirim.

Faktanya hewan seperti burung atau anjing sekalipun tidak akan merasa tersesat ketika berimigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal ini dikarenakan medan magnet bumi yang dimanfaatkan oleh hewan sebagai navigasi. Selain itu, hewan juga memanfaatkan medan magnet bumi sebagai media menemukan jalan pulang, mencari mangsa, hingga menghindari serangan hewan predator lainnya.

Peristiwa yang membuat hewan tidak tersesat dapat terjadi karena pada tubuh hewan mengandung partikel magnet atau biasa dikenal dengan biomagnetik. Ada beberapa hewan yang dapat memanfaatkan medan magnet sebagai alat navigasi mereka. Berikut beberapa contoh hewan yang dapat melakukan hal tersebut:

Burung Merpati

Burung ini tidak akan tersesat saat melaksanakan tugasnya sebagai kurir karena biomagnetik di paruh burung Merpati membantunya menetukan arah yang dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Hal ini pernah dibuktikan saat kepala merpati dipasangkan sebuah magnet, merpati tersebut tidak dapat menemukan jalan pulang.

Anjing

Anjing merupakan hewan yang sering kali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hewan ini memilki navigasi yang baik sehingga membuatnya bisa kembali ke tempatnya berasal atau rumah majikannya.

Ikan Paus

Hewan laut yang satu ini juga memiliki navigasi cukup baik, namun terkadang tersesat karena terganggu oleh teknologi modern manusia yang ada di laut ataupun pergerakan lempeng tektonik. Hal ini sangat menggangu sistem kerja otak Paus sehingga paus tidak dapat kembali ke habitatnya dan sangat sering dijumpai terdampar di pinggir laut. Kasihan juga sih liat si Paus tersesat

Penyu

Penyu memanfaatkan medan magnet bumi dalam hal navigasi di bawah laut sehingga penyu dapat kembali ke tempat penetasannya yang jaraknya ribuan kilometer. Menurut penelitian J Rogers Brother, seorang peneliti dari University of North Carolina menemukan bahwa anak penyu setelah menetas akan meninggalkan jejak magnetinya lalu meninggalkan jejak informasi di pinggiran pantai agar satelah penyu dewasa dapat kembali ke tempatnya lahir. Proses perpindahan anak penyu ke tempat penyu dewasa dan kembali lagi ke tempat awalnya walaupun jaraknya jauh.

Burung-Burung yang Bermigrasi

Burung-burung yang bermigrasi juga menggunakan medan magnet untuk sampai ke tujuan. Burung-burung bermigrasi berdasarkan perubahan musim. Saat terbang di udara, mereka memanfaatkan medan magnet bumi untuk berpindah agar tidak tersesat.

Bakteri

Magnetotactic bacteria adalah jenis bakteri yang memanfaatkan medan magnet bumi sebagai navigasi untuk berpindah. Bakteri ini tersusun atas senyawa Fe3O4 (magnetite) atau Fe3S4 (griegite) yang memiliki sifat kemagnetan kuat bahkan jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan magnet buatan manusia.

Ikan Salmon

Jenis ikan ini menetas di air tawar, lalu berimigrasi ke laut lepas. Saat ingin berimigrasi atau kembali ke tempat ikan Salmon menetas juga memanfaatkan medan magnet bumi. 

Pengaruh medan maget bumi memiliki andil yang sangat besar bukan hanya untuk manusia tapi ternyata juga untuk keberlangsungan hidup para hewan, baik hewan darat, laut dan yang terbang di udara.

Greaters, demikian penjelasan mengenai pengaruh medan magnet bumi terhadap keberlangsungan hidup hewan. Jangan lupa untuk mengunjungi fitur Exercise dan kerjakan latihan soal mengenai pembahasan ini. Semoga bermanfaat.

Sumber gambar utama: Unsplash

Baca juga Alasan Jarum Kompas hanya Menunjuk Arah Utara, IPA Kelas 9