Greaters, tahukah kamu tentang sebuah permasalahan yang biasa terjadi pada anak, di mana mereka tidak memiliki teman atau kesulitan dalam bergaul. Hal ini merupakan permasalahan anak yang membutuhkan perhatian lebih oleh orang tua dalam mengetahuinya. Bukan tidak mungkin kalau anak mengalami ketakutan dalam berhubungan dengan dunia luar atau dalam bahasa lain disebut sebagai Fobia Sosial.

Dilansir dari Hello Sehat, kondisi fobia sosial pada anak-anak memang bukan hal mudah untuk dihilangkan dan perlu dipahami orang tua pula bahwa fenomena ini berbeda dengan sifat pemalu anak. Pemalu tidak menyebabkan anak mengalami masalah ketika berinteraksi sosial dan biasanya anak pemalu hanya memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi.

Fobia sosial pada anak dapat dilihat dari adanya ketakutan yang ditunjukkan, baik saat berinteraksi ataupun ketika menjadi pusat perhatian. Anak biasanya memiliki ketakutan yang berlebihan dalam menghadapi situasi tertentu. Beberapa ciri-ciri yang ditunjukkan adalah menarik diri dari pergaulan, kesulitan menghadapi pertemuan dengan teman lain, dan seringkali kecemasan ini ditunjukkan dengan sikap tantrum, mengamuk, menangis atau tidak bisa berbicara. Selain itu biasanya anak dengan fobia sosial selalu menghindari situasi sosial.

Lalu bagaimanakah sikap yang harus dilakukan orang tua dalam menghadapi anak yang memiliki ciri-ciri fobia sosial ini? Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua adalah :

1. Berikan ia penjelasan

Sumber : Halodoc

Biasanya anak-anak tahu situasi apa yang menyebabkan ia merasa sangat cemas ataupun ketakutan. Akan tetapi, mereka tidak memahami kecemasan tersebut. Orang tua dapat memberitahukan anak bahwa ia bisa menceritakan kecemasannya tersebut kepada kamu. Jelaskan hal-hal yang perlu mereka lakukan dalam menghadapi kecemasan tersebut. Lakukan dengan perlahan dan bimbing anak kamu.

2. Hindari memberi gelar penakut atau pemalu

Sumber : Halodoc

Anak dengan fobia sosial justru semakin tertekan jika dilabeli sebagai “penakut”. Jika ini berlangsung lebih lama, anak akan semakin sulit menghilangkan ketakutannya. Jelaskan bahwa anak Kamu mudah  bergaul dengan siapa saja, untuk membangun rasa kepercayaan dalam diri mereka.

3. Ajarkan cara menenangkan diri

Sumber : Alodokter

Anak-anak perlu mengetahui upaya yang bisa mereka lakukan saat mulai merasa cemas. Jangan dipaksa untuk beradaptasi dengan situasi sosial. Mereka perlu belajar menenangkan diri terlebih dahulu, seperti menarik nafas untuk menangkan detak jantung yang cepat, nafas yang pendek dan rasa pusing yang menyerang. Ajarkan metode bernafas seperti meniup balon, tarik nafas dalam 4 hitungan, tahan dalam 4 hitungan, dan lepaskan dalam 4 hitungan.
Anak dengan fobia sosial juga biasanya mengalami ketegangan otot saat cemas. Ajarkan anak untuk merelaksasikan otot saat cemas menyerang dengan membentuk kepalan tangan sekuat tenaga selama 5 detik, kemudian perlahan dilepaskan.

4. Tanamkan pikiran positif

Sumber : Kompasiana

Anak dengan fobia sosial sering berpikir bahwa ia akan ditertawakan, dicemooh dan dihina orang lain. Kamu sebagai orang tua harus menanamkan berbagai pikiran positif

5. Ajak anak belajar bergaul

Sumber : Lifestyle Okezone

Kamu juga dapat mengatasi fobia sosial pada anak dengan mengenalkan cara-cara untuk bergaul dengan bermain peran. Contohnya, mengajari bagaimana cara menyapa dengan baik, cara untuk bergabung dengan kelompok, memulai pembicaraan, mendengarkan dan merespon cerita teman lainnya. Ajak anak untuk mempraktikkannya mulai dari lingkungan keluarga.

Greaters, anak-anak dengan fobia sosial memang melelahkan untuk dihadapi, tetapi sebagai orang tua. Kamu memiliki peran besar dalam membantu anak keluar dari masalahnya tersebut. Selain itu, kamu juga dapat menghubungi para pihak yang memiliki kemampuan dalam menangani permasalahan ini seperti psikolog spesialis anak hingga psikiater.