Greaters, minat adalah keinginan seseorang terhadap sesuatu, sedangkan bakat adalah potensi yang sudah dibawa sejak lahir. Pada dasarnya, semua anak sudah membawa bakat tertentu sedari lahir. Tinggal bagaimana caranya kita untuk memunculkan dan mengasah bakat tersebut. Setiap anak pasti memiliki hasrat terhadap sesuatu yang dapat kita lihat pada kesehariannya.

Sangat penting untuk kita mengetahui ketertarikan minat dan bakat anak. Hanya dengan mengetahuinya, kita akan paham bagaimana cara untuk mengarahkan anak tersebut guna kebaikan masa depannya. Nah, kira-kira, bagaimana ya, cara untuk mengetahui ketertarikan minat dan bakat anak? Berikut penjelasannya, Greaters.

1. Perhatikan apa yang paling membuat anak penasaran


Sumber : Media Ummat

Greaters, kita harus memerhatikan keseharian anak. Ketika anak suka menonton sesuatu secara langsung atau melalui media televisi misalnya, bisa jadi anak sedang penasaran dan tertarik dengan sesuatu hal tersebut. Misalnya, ia sering memerhatikan dua orang yang sedang bermain catur di warung atau di teras-teras rumah. Lihat ekspresinya!. Apakah seperti muncul ketertarikan untuk ingin mengetahui tentang olahraga catur lebih banyak?

Bisa jadi juga, saat anak sedang menonton televisi, ia bertahan menonton pertandingan catur! Apalagi kalau anak mulai bertanya tentang olahraga catur kepada kita. Wah, sudah pasti anak mulai tertarik, ya. Bisa jadi ini menjadi minatnya ke depan, dan ternyata, dia memang berbakat di sana!

2. Apa yang sering dilakukan anak


Sumber : Halodoc

Aktivitas yang biasa dilakukan anak-anak, bisa jadi itu minat dan bakat yang dimilikinya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan apa yang sering dimainkan anak. Misalnya, anak suka mencoret-coret buku, tanah, atau tembok rumah. Bukan berarti anak nakal, ya, Greaters. Bisa jadi itu minat dan bakatnya untuk menulis atau menggambar. Tinggal diarahkan ke mana anak seharusnya mencoret dan bantu anak untuk merealisasikan secara jelas apa yang ingin dibuatnya dengan coretan itu.

3. Apa yang ia minta


Sumber : Grid.id

Greaters, melalui apa yang diminta anak, bisa jadi itu pertanda minat dan bakatnya lo. Misalnya, anak meminta pensil warna, buku cerita, atau VCD karoke. Bukan hanya sekadar meminta sekali saja, tapi anak suka mengoleksi dan memanfaatkan apa yang sudah dimintanya.

4. Bertanya dan lakukan diskusi kecil dengan anak


Sumber : Tokopedia

Greaters, kita juga bisa menanyakan secara langsung kepada anak tentang apa yang ia sukai. Bukan hanya sekedar suka, tetapi ia merasa mampu dan ingin mempelajari hal tersebut secara mendalam. Bicara dari hati ke hati, ya, Greaters. Tanyakan juga, bagaimana kalau anak berhenti melakukan apa yang disukainya itu. Apakah ia bisa? Atau itu justru membuat anak menemukan hal lain yang lebih disukai.

5. Lihat perkembangan anak


Sumber : Haibunda

Greaters, jika anak sering mencoret-coret buku, lihat perkembangannya! Jika semula coretannya tidak beraturan, setelah seiring berjalannya waktu, apakah setelah dibimbing dan diarahkan, coretannya berhasil membentuk sesuatu? Jika anak sering bernyanyi, yang awalnya hanya mengeluarkan nada-nada sumbang untuk mengekspresikan perasaannya, apakah setelah dibimbing seiring berjalannya waktu, anak mulai bisa bernyanyi dengan baik? Bahkan, menghafal beberapa lagu yang disukai?

Nah, Greaters, itulah cara-cara untuk mengetahui ketertarikan minat dan bakat anak. Jangan lupa, setelah mengetahui minat dan bakat anak tersebut, langsung kita fasilitasi dan beri dukungan penuh untuk anak.

Sumber gambar : EduCenter
Penulis : Three Rahmadona

Baca juga 5 Alasan Mengapa Kuliah PGSD bisa Menjadi Pilihan