Metaverse: Masa Depan Internet, Benarkah Demikian?
Super Admin
Super Admin
Technology | Posted on November 11, 2021

Halo, Greaters! 

Mungkin kamu pernah dengar istilah Metaverse, entah lihat di sosial media kamu atau berita. Sedang ramai dibicarakan, sebenarnya seperti apa sih Metaverse itu?

Coba pikirkan video game seperti Minecraft. Pemain mengontrol karakter atau peristiwa di layar dengan bantuan perintah dan tombol. Sekarang, bayangkan kalau, sebagai gantinya kamu duduk di konsol dan menonton permainan terbuka di layar. Pemain bisa berada di dalam permainan, berpartisipasi bukan dari luar tetapi sebagai karakter yang tertanam di dalamnya.

 

Image by allinonemovie from Pixabay

Nah, seperti itulah Metaverse. Untuk memahami lebih jauh definisi dan konsepnya, simak artikel ini sampai bawah ya, Greaters!

Apa itu Metaverse?

Awalan "Meta" berasal dari bahasa Yunani dan berarti di luar, setelah atau di seberang. Jadi, gabungan dari "meta" dan verse atau "semesta", berarti tempat yang berada di luar dunia atau alam semesta seperti yang kita kenal. Dalam konsep metaverse ini berkaitan dengan dunia virtual atau dunia maya. Dunia maya tetapi terasa sama nyatanya.

Kenapa Metaverse Sedang Hype?

Hype tentang dunia digital dan augmented reality selalu muncul setiap beberapa tahun. Meskipun begitu, biasanya tren ini cepat menghilang. Biasanya akan selalu ada hal baru lainnya yang muncul dan menarik perhatian publik. Terus, apa yang membedakan Metaverse?

Baca juga: Memulai Karir di Digital Marketing: Apa Saja Tantangannya?

Image by Tanguy R from Unsplash

Ada banyak perbincangan tentang metaverse di antara investor kaya dan perusahaan teknologi besar, dan gak ada yang mau ketinggalan jika itu menjadi masa depan internet. Hal ini dikarenakan adanya perasaan bahwa untuk pertama kalinya, kemajuan teknologi dalam game VR dan konektivitas mendekati apa yang mungkin dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.

Konsep Metaverse

Game multiplayer Online telah berbagi dunia interaktif selama beberapa tahun belakangan. Memang, game-game tersebut gak bisa disebut metaverse. Tetapi game multiplayer online memiliki beberapa ide atau konsep yang sama dengan metaverse.

Meskipun ada begitu banyak ide tentang apa itu metaverse, sebagian besar melihat interaksi sosial manusia sebagai intinya.

 

Image by Gerd Altmann from Pixabay

Facebook, misalnya, telah bereksperimen dengan aplikasi pertemuan VR yang disebut Workplace, dan ruang sosial bernama Horizons, yang keduanya menggunakan sistem avatar virtual mereka.

Gak seperti VR saat ini, yang sebagian besar digunakan untuk bermain game, metaverse bertujuan untuk melakukan hampir semua hal - bekerja, bermain, konser, menonton bioskop, mengikuti les - atau sekadar hang out, semua dilakukan secara digital.

Coba juga: Memulai Karir Sebagai Digital Marketer

Kebanyakan orang membayangkan bahwa kamu akan memiliki avatar 3D - representasi diri kamu sendiri - saat kamu menggunakannya. Tetapi karena itu masih hanya sebuah ide, gak ada definisi tunggal yang disepakati tentang metaverse.

Ini adalah konsep yang melibatkan dunia online di mana orang bisa berinteraksi dengan orang lain, berkolaborasi dan berkomunikasi secara virtual, tanpa harus berada di ruang yang sama. 

Misalnya, kamu bisa berada di Jogjakarta dan keluarga kamu mungkin berada di Kalimantan, tetapi kamu bisa menikmati makan malam bersama sambil duduk mengelilingi meja yang sama. 

Ini seperti Zoom atau Google Meet pada steroid. Alih-alih menatap keluargamu di layar, kamu akan benar-benar melihat anggota keluarga kamu di seberang meja. Menarik, bukan?

Potensi realitas virtual sangat besar, terutama dari sudut bisnis. Bayangkan kalau kamu bisa melakukan uji coba penuh dari gaun yang kamu temukan secara online sebelum melakukan pemesanan. Atau, benar-benar melompat ke dalam mobil yang ingin kamu beli untuk uji coba dengan hanya duduk di kamar kos kamu?

Metaverse juga bisa menjadi game-changer untuk shift kerja dari rumah di tengah pandemi virus corona. Alih-alih melihat rekan kerja di kotak panggilan video, karyawan bisa bergabung dengan mereka di kantor virtual.

Bagaimana Cara Kerja Metaverse?

Facebook melakukan terobosan pertamanya dalam menciptakan dunia VR dengan peluncuran Facebook Horizon pada tahun 2019, lingkungan imersif khusus undangan yang bisa dimasuki pengguna dengan memasang headset Oculus. 

Photo by Christine Sandu on Unsplash

Pada bulan Agustus, Facebook meluncurkan Horizon Workrooms, sebuah fitur di mana rekan kerja yang memakai headset VR bisa mengadakan rapat di ruang virtual di mana mereka semua muncul sebagai versi 3D kartun dari diri mereka sendiri. Namun, ke depannya, prospeknya adalah metaverse menjadi ruang yang jauh lebih berkembang ke berbagai aspek di masyarakat. 

Tentang Privasi Data

Setelah mantan karyawan Facebook Frances Haugens membagikan dokumen internal yang menunjukkan bahwa perusahaan mengetahui bahwa produknya bisa berdampak negatif pada anak-anak. 

The Washington Post – sebuah publikasi yang dimiliki oleh pendiri Amazon Jeff Bezos – bulan lalu mengatakan dorongan metaverse Facebook adalah “bagian dari dorongan yang lebih luas untuk merehabilitasi reputasi perusahaan dengan pembuat kebijakan dan memposisikan ulang Facebook untuk membentuk regulasi teknologi Internet gelombang berikutnya”.

Sementara perusahaan belum membagikan banyak detail tentang privasi dan penggunaan data dalam metaverse, kontroversi yang dihasilkan oleh penanganan data pengguna Facebook di masa lalu menciptakan kekhawatiran. Bagaimana hal itu akan mendekati data yang berbeda secara kualitatif, dan kemungkinan lebih pribadi, yang pengguna akan hasilkan di metaverse.

“Kamu akan bisa berkumpul dengan teman, bekerja, bermain, belajar, berbelanja, berkreasi, dan banyak lagi. Ini gak selalu tentang menghabiskan lebih banyak waktu online - ini tentang membuat waktu yang kamu habiskan online lebih bermakna,” ujar Facebook bulan September lalu.

Memusatkan pengembangan metaverse di Eropa, di mana Uni Eropa telah menerapkan beberapa aturan privasi dan pemrosesan data paling ketat di dunia sebagai bagian dari Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) bisa menjadi bagian dari strategi untuk tetap sejalan dengan regulator sambil menciptakan teknologi baru. 

Meskipun Metaverse gak akan langsung diluncurkan dalam waktu dekat, proses perencanaan terkait pelaksanaannya sudah mulai berjalan. Nah, seperti apa hasilnya nantinya kita tunggu saja ya, Greaters. Semoga apapun jadinya metaverse, bisa mempermudah kegiatan manusia dari berbagai aspek. 

Greaters, kalau kamu mau lebih update lagi terkait informasi di dunia digital, kamu selalu bisa menemukannya dengan mengunjungi kami di Great Edu, lho. 

Mulai dari workshop hingga kursus dengan video, Great Edu juga hadir buat kamu yang pengen belajar macam-macam keahlian di dunia digital. Gak usah khawatir lagi deh kalau kamu gak tahu harus mulai dari mana kalau mau masuk dalam karir digital.

Dengan pembicara yang pastinya ahli dalam bidangnya, Great Edu memberikan berbagai macam edukasi untuk berbagai bidang yang kamu minati dalam bidang digital, karena kami hadir sebagai  #HomeforAllEducationNeeds.

featured
random artikel
Pilihan Belajar dengan
Mudah dan Menyenangkan,
Semua Ada di GreatEdu
Persiapkan Karirmu Lewat Konten Berkualitas dari GreatEdu.
Mari Bertumbuh Bersama dalam Karir, Bisnis, dan Pendidikan
Hubungi Kami
GreatEdu
Get to Know Us
Copyright
© 2020. All Right Reserved
Payment Partner
Connect With Us